Riset Indonesia,
Bersatu
untuk Dunia.
“Di sini, tidak ada yang meneliti sendirian.”
Platform kecerdasan riset nasional yang menghubungkan peneliti, mahasiswa S1/S2/S3/PhD, akademisi, dan industri Indonesia — di dalam dan luar negeri.
154+ peneliti bergabung
Jadilah salah satu dari 200 anggota perintis NalarNusa.
Dapatkan badge eksklusif 🏗️ Nusa Perintis dan jadi bagian dari sejarah platform ini.
#155 berikutnya adalah kamu
Terlalu lama kita pintar sendiri-sendiri.
Indonesia punya ribuan peneliti berbakat di seluruh dunia. Namun sistemnya belum memungkinkan mereka bertemu, berkolaborasi, dan berkembang bersama.
Riset yang Terisolasi
Peneliti berbakat bekerja di silo, mengulang pekerjaan yang sama, tidak tahu bahwa solusi sudah ada di lab sebelah.
Kolaborasi yang Sulit
Mencari kolaborator dengan keahlian tepat butuh berbulan-bulan: jaringan manual, email tak dibalas, konferensi mahal.
Peluang yang Terlewat
Grant, posisi postdoc, kemitraan industri — peluang datang dan pergi sebelum sampai ke orang yang paling membutuhkannya.
Empat langkah, karir riset yang berubah.
Langkah 1 — Temukan
Temukan Kolaborator
Temukan peneliti yang tepat, bukan hasil pencarian acak.
AI kami menganalisis kata kunci risetmu dan menemukan kolaborator, mentor, atau mitra industri yang paling sesuai — secara otomatis.
Graf Jaringan Peneliti
Makalah Terbaru
Karya ilmiah terkini dari peneliti Indonesia.
Dibangun untuk kamu yang meneliti.
Di mana pun kamu berada, NalarNusa hadir untuk menghubungkanmu dengan ekosistem riset Indonesia.
PhD Student Abroad
Muhammad Andi
Delft, Netherlands
Studi di luar negeri, namun ingin tetap terhubung dengan komunitas riset Indonesia dan mencari kolaborasi lintas kampus.
Mahasiswa S3 Ilmu Komputer
Ahmad Rizki
Universitas Indonesia, Jakarta
Menggunakan NalarNusa untuk menemukan dataset dan kolaborator dalam penelitian NLP Bahasa Indonesia.
Apa kata mereka tentang NalarNusa?
“NalarNusa benar-benar mengubah cara saya berkolaborasi! Dalam 3 bulan bergabung, saya mendapatkan 2 mitra co-author untuk paper internasional yang kini sedang dalam proses review di jurnal Q1.”
Ahmad Santoso
Universitas Indonesia
Mulai perjalanan risetmu hari ini.
Gratis untuk peneliti perorangan. Tidak perlu kartu kredit. Bergabunglah sebelum peluncuran resmi dan klaim slot Nusa Perintis milikmu.
Sudah 1.247+ peneliti mendaftar · Gratis untuk individu